Activities Kids Outdoor Activity

Berkunjung ke Ruang Baca Anak di Perpustakaan Nasional RI

Processed with VSCO with c1 preset

Berkunjung

Seminggu yang lalu keluarga Akhmad jalan mudik ke Jakarta, dengan rencana awal menghadiri pernikahan adik. Dari awal udah cerita sama suamik kalo kita ga akan jalan jalan yang fancy aka mewah karena ya book kita harus hemat,  pan lagi diet keuangan kita:)) ) tapi kalo ga jalan jalan juga sayang,  lagi di kota:p
Akhirnya aku dan Pak akhmad mencanangkan jalan jalan yang deket aja, ga makan duit banyak tapi berguna dan memorable buat anak.  Dipilihlah dua tempat Jakarta Aquarium dan perpustakan Nasional Republik Indonesia.

Cerita dulu tentang Perpustakan Nasional Republik Indonesia yess…..

Tau Perpusnas RI nggak sengaja pas lagi nemenin anak anak nonton Nettv,  ada liputannya gitu.  Perpusnas ini baru diresmikan oleh bapak presiden tanggal  14 september 2017 lalu,  which is baru banget pikir kami.  Nggak pikir panjang pak Akhmad langsung ngajak kesana.  Iyaaa,  kami memang suka banget main ke perpustakaan atau toko buku.  Punya impian menjelajah perpustakaan yang ada di dunia:’) semoga terwujud,  aamiin.

Habis dari jalan ke jakarta Aquarium (will post it later)  keesokan harinya kami jalan lah tuh ke perpusnas. Karena kami pikir nggak ada agenda lain,  pilihlah naik  grab.  Dari cengkareng ke perpusnas bayar 60rb sajoo.. Cuma nih cuma,  karena perpustakan tsb udah dalam area jalan dengan sistem ganjil genap,  saran aku sambil di inget inget itu hari apa dan kebagian plat nomor kendaraan apa.  Kemarin sih kami udah bebas jam ganjil genap tersebut.  Berangkat dari rumah jam 10an, sampe disana jam setengah 11.

Baru sampai depannya aja udah merinding.  Maklum orang desa,  kalau lihat gedung yang tinggi banget ya gitu😂🙏 24 lantai book,,, duh apa kabar kalo ke Burj Khalifa ya…

Processed with VSCO with a5 preset
masuk ke gedng 24 perpusnas

Sebelum ke perpus nya,  ada satu ‘rumah’  di depannya yang didesain sebagai welcome place gitu.  Ada foto pak jokowi pas peresmian, dua ruangan di sayap kanan kirinya yang berisi sofa cantik (mungkin untuk menyambut tamu penting) dan ada beberapa cerita tentang asal muasal penggunaan kertas,  bahasa dan pada akhirnya buku disepanjang jalan masuk.  Tapi pas awal kami skip langsung jalan ke belakang karena yahh…. Bocils sudah lelarian kemana mana.

koridor masuk ke gedung utama
koridor masuk ke gedung utama
Processed with VSCO with c1 preset
foto dulu sama idola:))

Jalan ke belakang sampailah kami di bangunan 24 lantai tersebut. Keren deh, ala ala emang gedung baru kan. Masuk pintu, langsung disambut tumpukan buku yang menjulang sampai lantai atas dan foto para presiden RI di kanan kiri pintu masuk.  Dan menemukan lukisan idola kami, jadilah foto foto norce. Al Fatihah untuk almarhum Gus Dur..

Disini mungkin karena gedung baru dan tatanan baru, hampir semua staf yang ada didalam kelihatan memperhatikan pengunjung dan dengan senang hati membantu. Masuk dikit deket dengan rak buku tinggi tersebut, ada papan papan berisi keterangan placement tiap gedung. Pak satpam dengan sigap membantu menjawab dan mengarahkan. Berikut aku kasih direktori dari perpusnas yes:

direktori di gedung perpusnas ri
direktori di gedung perpusnas ri
  • Lantai 1 : Lobby
  • Lantai 2 : Ruang layanan keanggotaan Perpus dan Ruang Teater
  • lantai 3 : Ruang zona promosi budaya baca
  • lantai 4 : ruang pameran koleksi perpustakaan dan kantin (penting:))))
  • lantai 5 : Ruang Pustakawan
  • lantai 6 : Data center
  • lantai 7 : Layanan anak, lansia dan Disabilitas
  • lantai 8 : layanan audiovisual
  • lantai 9 : layanan naskah nusantara
  • lantai 10: layanan deposit
  • lantai 11: monograf tertutup
  • lantai 12: ruang baca pemustaka
  • lantai 13: layananrepositori terbitan karya Indonesia
  • lantai 14: layanan koleksi buku langka
  • lantai 15 : layanan referens
  • lantai 16 : layanan koleksi foto , peta dan lukisan
  • lantai 17-18 : Kantor akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • lantai 19 : layanan multimedia
  • lantai 20 : layanan koleksi  berkala dan bidang ilmu perpustakaan
  • lantai 21-22 : monograf terbuka
  • lantai 23 : koleksi bangsa di dunia dan majalah terjilid
  • lantai 24 : layanan koleksi budaya nusantara, eksekutif lounge dan penerimaan tamu mancanegara

Karena kami datang sama anak anak otomatis yang langsung dituju adalah ruang baca untuk anak. Tanya pak satpam  kata si Bapak di lantai 7, dan lihat list nya seperti di atas itu. Di perpusnas layaknya gedung gedung di Jakarta, ada dua pilihan mau eskalator atau lift. Kalo emang waktunya selo dan ga bawa anak ataua anak anak sudah cukup besar saranku sih mending naik eskalator. Jadi semacam sight seeing atau windows shopping ditiap lantai. Tapi kalo senasib sama aku yang bawa gembolan 2 balita, pilihlah lift:)

keluar lift
keluar lift

Sampai di lantai 7 langsung disambut dengan sejuknya ruangan. dari deretan pintu masuk lift, sayap kiri adalah ruang baca anak sementara yang kanan adalah ruang baca disabilitas dan lansia. pengen kepo masuk kedalam ruang tersebut, dan mengamati indahnya buku buku dengan huruf braile, tapi ya balik maningg… khawatir karena ada bocil  bocil:)), belok aja langsung deh ke ruang anak

“Ya ampunn…kereeen banget perpust nya ya Allah”

” Dad, ini lucu ya tiang nya bisa dilukis gini ya ampun lucu banget”

Dua kata yang sering aku ucapin :))))))) ndeso oy ndesoo…

Processed with VSCO with c1 preset
lucu kannn
Processed with VSCO with a5 preset
gemes kaannn
Processed with VSCO with a5 preset
asoy kannn

Ruangan ini menurutku keren banget, hampir memenuhi ekspektasi kami tentang perpus anak. colourful, ada playground juga, rak buku rendah sehingga relatif aman untuk anak menjangkau, ada meja meja untuk membaca atau cukup gegoleran di karpet karpet.  Buku bukunya juga bagus baguss banget. Ini mungkin karena faktor akunya dari desa ya, tapi melihat buku buku yang selama ini jadi inceran buat dibeli eh ternyata ada disitu, siapa yang ga bahagia cobaak?

Haura tentu saja matanya tajem,langsung liat buku bergambar princess;p dan langsung minta dibacakan.  sementara Shams? langsung main di playgroundnya, berbaur sama beberapa anak lain. Eh, setelah kami perhatiin seksama, anak anak ini rupanya sedang homeschooling bersama ibunya dan beberapa teman . Kami makin jatuh hati liatnya. Pak Akhmad malah nyeletuk,  “shams kita homeschooling aja apa ya” kekeke…..*brb langsung bikin jadwal separohomeschool lagi*

Processed with VSCO with a5 preset
rak rak nya ga bersudut tajam,jadi kalo ada yang kejedut masih amannn:)
Processed with VSCO with a5 preset
mailaf lagi pose sama snowwhite

Processed with VSCO with a5 preset

Muter muter selain baca buku dan lihat lihat, yang bikin seneng ada satu ruangan yang aku sinyalir sebagai ruang laktasi. Sekali lagi, kalo dikota mah udah biasa kali ya ruang laktasi tuh, tapi kalo buat aku adanya akses untuk menyusui dimana saja atau kesempatan ibu buat melipir menyusui(bagi yang suka privasi lebih) di tempat umum,  itu menyenangkan. semoga finishing nya segera selesai dan bisa digunakan ssecepatnya.

Pak Akhmad sempat bertanya ke petugas untuk membuat kartu anggota, sayangnya pada saat kami datang keanggotaan untuk anak belum siap , data dan alatnya. Kalo yang untuk dewasa gitu udah bisa tapi kudu pindah lantai. Tapi nama anak anak kita kemarin ditulis sih buat dimasukkan ke buku tamu dan nanti bisa diberi pemberitahuan kalo memang sudah siap. Petugasnya baik, ramah dan masih muda. sepertinya beliau pustakawan yang menjaga area baca anak. Kalo benar, asik deh liat pustakawan pustakawati yang muda muda gitu, karena selama ini image pustakawan yang sudah berumur, galak dan pasti kutu buku. Inimah nggak, mba nya dandannya rapi, wangi tapi tahu persis apa yang ada di ruangan tersebut.

Processed with VSCO with a5 preset
RAPIHH
Processed with VSCO with a5 preset
ucul lagi kann

Kami berada diruang baca anak selama kurang lebih 3 jam. Kalo ga inget perut yang berbunyi kencang serta lihat anak anak yang sudah menandakan kelaparan, kayaknya belum mau pulang:)) . Mau ga mau kami keluar dan cari tempat makan. Ternyata, kantin yang terletak di lantai 4 belum buka. masih proses pembangunan gitu, wkw. Untung  mamak ndeso ini masih ngebekel nasi, lauk dan buah.  isi amunisi anak anak bentar langsung cuss turun lagi.

Sudah mau keluar dari gedung kita sempet foto foto di gerbang awal welcome place tadi. ternyata ada ruang multimedia yang dikhususkan untuk menyiarkan bagaimana penyebaran  buku, perkembangan literasi di Indonesia, apa saja yang dulu ditulis dan dijadikan memori abadi. Aslik keren banget.

mamak alay yang happy
mamak alay yang happy

Jalan jalan ke perpusnas kali pertama ini berkesan buat anak dan kami orang tuanya. Insya Allah bakal balik lagi menikmati ruangan yang lain:*

Untuk informasi alamat perpusnas bisa dilihat disini:

 

 

website perpusnas disini: PNRI

 

(Visited 650 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *