Kids

Cara Kami Berdamai dan Beraktivitas Dengan Anak Telat Bicara

IMG_20170628_182913

IMG_20170628_182913

It will be a long blog post. I tell you. Akan ada beberapa kalimat sinisme bahkan sarkasme mungkin nantinya. Ya maap, hamba manusia biasa yang tak luput dari keinginan untuk meletup kesal.

Butuh waktu satu tahun untuk berani bergerak menulis postingan dan berkata, aku ibu dua orang anak dan salah satu anakku terlambat bicara. Sebesar itukah berat bebannya? mungkin terdengar lebay, tapi honestly itulah yang aku rasain. Aku, yang berprofesi sebagai dokter umum, awalnya merasa sangat gagal. Gimana ceritanya, anak aku, anak kedua terlambat bicara. Kakaknya baik baik saja, malah sangat cerewet dan kritis untuk anak seusianya. Aku menyusui dia full, mpasi juga homemade, mainan pun sering.Mau ditaruh dimana coba profesi aku:) malu iya, denial iya. hish… receh banget memang akunya waktu itu

Iya, berkali kali aku mencoba denial. Dan sayangnya banyak yang mendukung:))) kalimat mitos seperti

“tenang aja, namanya anak lelaki ya wajar kalo telat ngomongnya”

” udah gapapa, anak laki laki biasa jalan dulu, lari dulu baru deh tuh ngomongnya banter”

atau kalimat yang bawa bawa keturunan misal

” ini bapaknya atau ibunya juga gitu paling, telat ngomongnya. tenang aja”

Kalimat yang terkesan menghibur tapi ternyata melenakan kami, melenakan aku khususnya.

Jadi kapan sadar kalo Shams,anak keduaku ini terlambat bicara?

Waktu pastinya yang aku inget adalah pas Shams umur 18 bulan. Aku mulai curiga ini anak kok irit banget ngocehnya. bahkan sekedar babling babling. Mau minta nyusu pun dia hanya mengeram dan kasih isyarat narik kancing/resleting baju. Denial pertama, aku bilang dalam hati “‘ udahlah tenang aja, masih 18 bulan. gampang mah dikejar kalo telat telat dikit”. 2-3 bulan dengan stimulus sekadarnya, aku masih memperhatikan tidak ada perubahan signifikan sama kemampuan bahasa Shams. Dan, aku baru sadar juga kalo dipanggil namanya Shams tidak merespons:'( sedih, tapi tau sebenernya salahnya dimana. Shams dirumah, selalu dipanggil dengan nama panggilan berbeda. Kadang Shams, kadang Arga, kadang Le, kadang Thole, kadang bro. Doi pasti bingung.

Menjelang ulang tahun keduanya Shams aku ajak ke dokter anak. Ini juga aku butuh persiapan mental. Seringkali soalnya, dengan profesiku, diagnosa yang berada di otak itu terlalu ruwet dan mostly yang paling ga aku pengen terjadi sama anakku. Dokternya baik, Shams di tes pendengaran pake garpu tala, di kasih tepuk tangan disamping telinganya. Dan you know what, Shams ga respons dan asik ngeliatin handphone. Trus dokter ngebanting satu barang, lupa waktu itu apa baru dia nengok. Dokter ngasih ‘bunyi’ yang lebih keras lagi dan alhamdulillah respons lagi. lalu ada beberapa test lagi yang berhubungan dengan pendengaran hingga dokter menyimpulkan ga ada masalah sama pendengarannya.

” Mari kita observasi sampe 2,5 tahun. Kalo ribet, masukin sekolah aja biar terstimulus”

Masukin sekolah? kok kayaknya terlalu dini ya.

Cari cari info lagi. beberapa kali WA dan email kawan yang berprofesi sebagai psikolog , terapis wicara dan residen anak. Lalu diskusi sama dokter pertama tentang alat screening perkembangan

Di diagonosa nya gimana ? Tau-nya darimana?

Karena dari hasil observasi tidak ada masalah pendengaran mulailah Shams aku kaji pake alat screening pake beberapa kuesioner yang sudah pernah aku pelajari, Skor KPSP dan Denver Development Test

4

Kalo yang Denver aku diskusi sama DSA nya Shams juga. Kalo yang skor KPSP secara umum bisa kita nilai sndiri sih dirumah dan mudah untuk menilai. Next time aku share tentang hitungan Denver Shams kalo bisa:))

Dari dua alat tersebut dan beberapa pemeriksaan lainnya oleh satu DSA, Shams di diagnosa speech delay dan attention deficit disorder. Penyebabnya apa? Mostly karena KEBANYAKAN NONTON HP

Oke, sampai sini biasanya aku bakalan dimarahi, dianggap ga becus ngurus anak dan terlalu mau enaknya sendiri. Silahkan dicap cap begitu, sudah kenyang sayanya. Wkwk…

Sayangnya, aku bukan tipe ibu ibu yang nge-blame diri sendiri, menyalahkan diri sendiri lalu terpuruk sampai dasar keruk rasa bersalah. Sayangnya meski aku berkali kali dicibir secara halus maupun terang terangan dianggap ga mampu nanganin dua anak, aku nya akhirnya pasang mode pasrah;p

Beberapa metode kami , sebagai orang tua Shams coba, tapi balik lagi kami belum bisa melepaskan handphone dari diri kami sendiri, dan tentu saja anak anak. Karena anak anak melihat kami orang tuanya, jadilah mereka tiru kan? Biarlah itu menjadi perjuangan kami sendiri.

Aku pribadi setelah pasang mode pasrah tersebut, lebih memilih untuk menumpahkan semua rasa ke suami. Beruntungnya, suami juga punya rasa yang sama dan ga pernah keluar kalimat menghakimi diriku. Itu jadi kebahagiaan dan optimisme ku sendiri.

IMG_20170402_142402_HDR

Trus gimana cara Shams pengobatan dan terapi? Pergi ke Therapist ?

Alhamdulillah, aku dan suami dikelilingi orang orang yang lebih banyak baik daripada yang nyinyir. Adalah seorang sahabat sebut saja mba Pipit. Mba pipit ini lulusan psikologi tapi belum jadi psikolog. tapi ilmu teori yang beliau kasih ke aku berguna banget. Hampir tiap hari beberapa waktu yang lalu aku minta dikirimin dokumen yang terkait sama terapi anak dengan kebutuhan khusus macam shams. Aku pribadi sampai saat ini belum bawa Shams ke terapis wicara khusus karena : 1. Di purwokerto susah dicari , 2. Ada terapis wicara tapi full jadwalnya sama anak2 kebutuhan khusus adhd, autism, down sindrome dsb. Untuk itulah aku memilih buat terapi sendiri dirumah

Oleh dokter Shams juga diberi obat Piracetam, semacam vitamin untuk otak untuk merangsang sinaps otaknnya bekerja lebih banyak.

Gimana cara terapi sendiri di rumah?

  1. Ngomong pelan dan kenceng di dekat Shams, menyebutkan segala yang dia suka dan dia amati
  2. Bernyanyi hampir setiap saat dengan lagu lagu utama bahasa indonesia maupun bahasa yang sudah sering mampiir ditelinganya yaitu bahasa inggris. Iya, untuk saat ini kami tetap mengikuti alur Shams untuk bernyanyi yang dia suka. Efeknya suara shams jadi muncul.Ga amleng wae…
  3. Belajar menggunakan flash card atau buku ensiklopedia dengan gambar yang jelas dan menarik. Ini metode yang sama yang dulu diterapkan ke kakaknya. Kemarin sempet miss, telat diajarkan ke Shams.
  4. Baca buku 2-3 kali sehari, meskipun masih sering dicuekin:))
  5. Diajak ngobrol sama bapaknya sambil sepedaan atau naik motor atau berkebun. Ini jadi quality time mereka berdua , dan ternyata efeknya positif banget.
  6. Mainannya bener bener di fokusin sama yang dia suka. Sejauh ini shams suka banget sama hewan dan kendaraan. Jadi kalo dia lagi tenteng2 dua jenis tersebut, maka kami berdua akan gegap gempita ngomong berulang kali menyebutkan hewan atau mainan kendaran tersebut.
  7. Diajarkan kalimat kalimat pendek saat dia meminta sesuatu atau saat kami meminta sesuatu dari dia
  8. Minum dan makan dengan tekstur beragam untuk melatih otot mulut Shams bekerja
  9.  Banyak di ajak jalan jalan wisata alam, berenang juga .

IMG_20170119_075423

Terus gimana sejauh ini Shams gimana perkembangannya?

Dengan ijin Allah, Alhamdulillah setelah intensif 3 bulan kami terapi sendiri sekarang Shams sudah banyak sekali pembendaharaan katanya meskipun belum terlalu jelas karena ada hambatan dari lidahnya juga. Tapi big hint nya dia sudah mengerti apa yang kami ucapkan, sudah mengerti apa yang kami minta/suruh.

Kalo total usia Shams harusnya udah lebih dari 500 kata, maka sejauh ini yang Shams bisa:

  • Semua hewan yang nampak di flashcard atau dia lihat sudah bisa dia sebutkan meskipun kadang masih tercampur dengan bahasa inggris.
  • Warna warni, yang paling jelas dia bilang adalah hijau, oranye, hitam, dan abu abu
  • Benda benda sehari hari seperti sendok, gelas, piring, topi , sandal, baju, celana. sudah bisa disebutkan
  • Bisa dimintain tolong untuk nge-lap, buang sampah pada tempatnya, ambil sandal, buka telur, aduk cairan
  • Sudah bisa lebih dari 3 suku kata tiap ngomong seperti : Ibu mau nenen, Minum air putih, Shams mau ee, shams mau cebok, Noo,, ga mau.
  • Kalimat dia yang paling panjang : Yang itu tuh yang itu bu, itu yang warna hijauu… :))) ini sering banget di omongi dan selalu sukses bikin kami happy
  • Sudah mau fokus main sesuatu, ga lantas ditinggal buat nonton handphone. Dan saat tulisan ini selesai, tadi malah dia sudah mau main gunting menggunting,menghabiskan 3 kertas dan sukses pake tangan kanan dan kiri donk megang guntingnya *mamak jumawa*
  • Sudah mau makan sendiri, makanan kesukaannya ayam goreng , sayur bening bayam dan mendoan dicocol kecap:p

IMG_20170617_100208

“Yaelah, begitu doank mah anak gue yang 2 tahun juga udah bisa kali”

Iya, gapapa kalo di nyinyirin begini juga:))) nyatanya memang Shams telat, mau pembelaan macam apapun juga udah ga penting buat aku dan suami. Yang penting fokus sama Shamsnya sekarang. Kami, terutama aku pribadi sekarang udah males nanggepi omongan orang yang kadang ngomong doank baru mikir belakangan. Pun labelling anak aku normal sementara anak kamu ga normal, itu bikin KEZEL juga loh. jadi biasaaa ajaa..everyone has their own battle, kan?

Aku bakal cerita banyak tentang terapi Shams nantinya di blog ini. Ga menutup kemungkinan pun aku bakal ketemuan sama therapis wicara khusus maupun sama psikolog nantinya atau bahkan sama spesialis tumbuh kembang anak. Buat anak anak insya Allah orang tua selalu pengen ngusahain yang terbaik kan. Tapi yang bikin kami kuat dan berdamai dengan keadaaan sekarang adalah salah satunya kata kata suami aku

” Allah udah ngasih kepercayaan sama kita dikasih anak lengkap fisiknya, dikasih rizki sejauh ini, dikasih banyak kemudahan di segi hidup lainnya. Mari berbaik sangka sama Allah. Shams bukan ujian kita, Shams itu partner kita buat lebih mendekat ke Allah. Dah gitu aja”

Iya gitu aja, se-simple itu kami sekarang menghadapi kondisi Shams. Bodo amat orang mau ngomong apa yang penting Haura dan Shams:) end of story, kalo kamu punya masalah sama seperti kami , atau sedang mencari tahu atau was was anak kamu terlambat bicara, segera periksakan. Don’t blame your self, just do the best

Once you accept that your child will be different, not beter or worse, just different- Thats the first step

kids

(Visited 269 times, 1 visits today)

7 thoughts on “Cara Kami Berdamai dan Beraktivitas Dengan Anak Telat Bicara”

  1. *peluuukk*
    iiih samaan kita Mbak… Diantara kenyinyiran, kita tetap berjuang.
    Saya sudah terapi hampir satu tahun, masih menunggu diagnosa.
    Tetap semangat, jangan berhenti bicara sama anak yaa Mama Shams

  2. Ah haruuuuu…
    Semoga kompak terus jadi partner untuk mendekat ke Allah..
    Ayo semangaaaaat mas Shams..nanti minta diajari juga manggil bude nunik ya, hehehe 🙂

  3. super sekali mimoooom..
    semangat y shams!!
    ak juga sih rum arka sejak sapih suka main hp, dan susahnya karena ak juga hp-an sepanjang hari (nah kerjanya via hp). tp dalam sehari lebih dr 10 kali ak blg,” hp ibu buat jualan y sayang, arka main truk dl” skr dua ngeh kl liat hp aku g akan dia buka youtube tp langsung ksh ke aku smbil blg HP ibu buat jualan nih, arka main truk(atau yg lain) dl ya ibu.. bgtu..
    dan nego blh liat hp tggu ayah plg kerja, setiap 5 mnt doi harus tutup mata smbil berhitung smpe 20.

    awalnya marah, tp skr dia sll bgtu tnpa dsruh, ckup dikode aja “udah 5 menit mas arka” dua langsung merem smbil berhitung.. trs biasanya kebablas bobo..
    aku nih, kadang juga suka nyalahin dr sndri kaya krg menstimulus sm mainan kreatif, karena maleees (sedih deh) pdhl pgn tiruin dolanan shams haura, kl arka kbnyakan mainan jadi. tp pada akhirnya ak sadar sih, dan menemukan cara yg mnrtku pas buat ak dan arka, dan kita berdua sepakat..
    karena kl kita sibuk ibu super, kita lupa bahagia. padahal ibu bahagia lbh penting buat anak..
    smngt yaaa yuum :*

    1. YEss! akupun sekarang lebih ke mengkondisikan diri supaya tetap waras. Bodo ah dianggap lebay atau mendramatisir keadaan, dan di minta untuk sempurna (ntah oleh siapa, atau oleh diri sendiri bahkan:P) jadi realistis sajoo, yang penting niatannya ngelakuin yang terbaik ya kann buat anak

      aku juga mesti banyak belajar darimuu yas:*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *